Sekarang bagaimana menjalani hidup selanjutnya!
—@uttu83
—@uttu83
—RA Kartini
—@PureSaturdayBdg
—Adam Sundana
Barber Shoops?
Sesaat sebelum benturan keras itu terjadi dan terdengar seperti dentuman meriam, aku teringat perbincangan tadi malam. Perbincangan yang membuat semangat hidup ini bangkit kembali.
Anak-anak sudah beranjak remaja dan membutuhkan figur seorang pemimpin dalam keluarga. Pemimpin yang bertanggung jawab untuk dapat meneruskan cita-cita mereka.
Sebelum tidur anak-anak menyempatkan diri untuk menyapa sebelum keberangkatanku pagi ini. Oleh-oleh pesanan mereka kucoba ingat sedetil mungkin tanpa perlu membuat sebuah catatan dalam halaman penuh.
Mereka yakin aku berangkat sebelum subuh dan tidak bisa berjamaah bersama mereka pagi ini. Mengingatkan mereka untuk melakukan tugas-tugas rutin selama aku pergi sudah kusampaikan.
Rasa ini masih sama, ketika bepergian selalu ingin cepat pulang karena tak sabar segera melihat polah mereka sejak mereka balita, padahal berangkat saja belum.
Pakaian-pakaian yang sudah disiapkan istri tertata rapi dalam travel bag. Romantisme picisan tetap kami lantunkan pada perbincangan malam seperti biasa aku dan istri lakukan. “Senyuman saat kamu pulang itu yang aku tunggu.”, ucap istriku.
Kini di kursi baris ke tiga dalam gerbong pertama kereta cepat di Jepang cinta ini kutitipkan untuk istri dan anakku.